Sabtu, 21 Januari 2012

Perempuan Hamil Itu Dibunuh Pacarnya
JAKARTA, KOMPAS.com — Dalam sepekan, polisi berhasil mengungkap kasus penemuan mayat perempuan hamil di parit depan pintu masuk Dunia Fantasi Ancol, Jakarta Utara. Korban yang bernama Mia Peragawati (21) itu diduga dibunuh oleh pacarnya.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Metro Jakarta Utara Komisaris Adex Yudiswan menyatakan, pelaku berinisial LH. Diperoleh informasi, LH sehari-hari tercatat sebagai anggota Pasukan Pengaman Presiden berpangkat prajurit satu.
”Pelaku agaknya tidak mau bertanggung jawab. Dia membunuh korban dengan cara dibenamkan ke parit, yang saat itu sedang penuh airnya,” kata Adex, Selasa (2/2/2010).
Terungkapnya kasus pembunuhan ini bermula ketika identitas korban dikenali oleh keluarga yang mencarinya di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.
Menurut keluarga, Mia terakhir kali pergi bersama pacarnya, LH, pada Selasa (26/1/2010). ”Sejak itu Mia tidak pernah pulang dan sulit dihubungi,” kata Adex.

Dari pengakuan tersangka, mereka berdua jalan-jalan ke Ancol. Di sana terjadi cekcok, dan tersangka memukul wajah korban. Korban lalu ditenggelamkan ke parit dekat Dufan.
Dari hasil otopsi dijelaskan, Mia tewas karena penyebab yang identik dengan tenggelam. Di dalam lambung dan tenggorokannya terdapat lumpur.
Mengenai janin yang sempat keluar dari rahim dan tersangkut di celana Mia, Adex menyatakan bahwa itu karena proses pembusukan. Karena tekanan, janin itu keluar dengan sendirinya.
Pelaku agaknya tidak mau bertanggung jawab. Dia membunuh korban dengan cara dibenamkan ke parit
Kasus Ponari Bukti Kegagalan Negara Layani Kesehatan Masyarakat

Selasa, 3 Maret 2009 | 22:29 WIB

Fenomena dukun cilik Ponari yang dipercaya banyak orang bisa menyembuhkan berbagai penyakit melalui batu ajaibnya dinilai Komisi Nasional Perlindungan Anak sebagai bentuk protes masyarakat sekaligus bukti bahwa negara masih gagal soal pelayanan kesehatan umum.
Kami sejak awal telah mengingatkan orangtua, jangan ada eksploitasi anak. Ponari tidak ada waktu lagi untuk dirinya sebagai anak normal. Ini berbahaya. Masyarakat juga sudah sangat tidak rasional, air comberan yang najis dari hukum agama malah dianggap obat. Inilah protes masyarakat bahwa pelayanan kesehatan ini buruk," kata Sekretaris Jenderal Komisi Nasional Perlindungan Anak, Arist M Sirait, di Denpasar, Selasa.
Sirait menyatakan, kepentingan komisi nasional itu sebetulnya karena sudah terjadi perampasan hak hidup anak. "Namun tidak bisa dipisahkan begitu saja dengan berbagai fenomena lain yang terjadi selain fenomena perampasan hak hidup anak itu," katanya.
Pelayanan kesehatan masyarakat oleh negara, katanya, telah menyebabkan banyak anggota masyarakat yang merasa frustrasi karena sulit diakses dan dianggap mahal di tengah kesulitan ekonomi masa kini.
"Akibatnya mudah saja, begitu ada yang menawarkan penyembuhan dari cara alternatif, sejak itulah minat pelayanan kesehatan masyarakat membludak. Ini bisa juga dilihat dari sisi religi. Jombang itu basis satu agama besar di dunia, tetapi kenapa masyarakatnya bisa begitu? Ini pasti ada yang salah dalam kehidupan kita," katanya.
Kenyataan Ponari itu, katanya, harus didekati dari berbagai sisi pendekatan yang saling terkait.
Komisi Nasional Perlindungan Anak tetap akan berjuang agar Ponari yang masih usia SD itu bisa menjalankan hidupnya sebagai anak secara normal dan sepatutnya.

Manusia Makhluk Ciptaan Allah yang Paling Sempurna!

Asal usul manusia adalah berasal dari air dan tanah. Atau dengan kata lain, jika seorang manusia ditinjau dari asal usulnya  berarti ia bersifat jasmaniyah. Manusia adalah makhluk ciptaan Allah yang paling indah, paling tinggi, paling mulia dan paling sempurna, dengan demikian tidak ada makhluk lain di alam ini yang menyamai keberadaan  manusia. Kesempurnaan manusia sebagai makhluk Tuhan berpangkal dari manusia itu sendiri yang memang sempurna dari segi fisik, mental, kemampuan dan karya-karyanya.
Bisa jadi manusia dan binatang keduanya mempunyai indera yang sama seperti mata, telinga  dan lidah, namun yang menjadi tanda kemanusiaan manusia adalah bahwa ia mampu berbicara  untuk menjelaskan, mendengar untuk menyadari dan mengerti, melihat untuk dapat membedakan  dan mendapatkan petunjuk. Jika  kemampuan-kemampuan ini hilang dari manusia, maka hilanglah kemanusiaannya dan derajatnya turun sama dengan binatang.
Adapun kemuliaan manusia bermula ketika Allah berkehendak menjadikan Adam sebagai Khalifah-Nya di atas muka bumi dengan misi ibadah kepada-Nya. Kehendak Allah menjadikan manusia sebagai Khalifah-Nya  di bumi itu tentunya berdasarkan ilmu dan perencanaan-Nya yang sangat matang. Sebab itu, ketika para malaikat mempertanyakan rencana Allah tersebut, Allah menjawabnya: “Sungguh Aku mengetahui apa yang kalian tidak ketahui.” (QS. Al-Baqarah : 30).
Kemuliaan tersebut  bukan karena subjektivitas Tuhan Pencipta yang Maha Kuasa atas segala makhluk-Nya, melainkan berdasarkan standar ilmiah terkait dengan rancangan penciptaan yang sangat sempurna baik fisik maupun non fisik seperti akal, qalb (hati), tanpa kehilangan syahwat dan nafsu hewaniyahnya, demikian juga gerak mekanik  seluruh tubuhnya  yang demikian indah dan dinamis. Dengan demikian, manusia dianugerahkan berbagai kelebihan, dan kelebihan-kelebihan tersebut tidak diberikan Allah kepada makhluk lain selain manusia dan telah pula menyebabkan mereka memperoleh kemuliaan-Nya.            Allah telah menjelaskan dalam firman-Nya: “Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan dilautan, Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan”. (QS. Al Isra’ : 70).
Namun demikian, kemulian manusia erat kaitannya dengan komitmen mereka menjaga kelebihan-kelebihan tersebut dengan cara menggunakannya secara optimal dan seimbang sesuai dengan kehendak  yang telah dirancang Tuhan Pencipta.
Manusia adalah makhluk Allah yang paling mulia selama mereka dapat memanfaatkan secara optimal tiga anugerah keistimewaan / kelebihan yang mereka miliki yakni, Spiritual, Emosional, dan Intelektual dalam diri mereka sesuai misi dan visi penciptaan meraka. Namun apabila terjadi penyimpangan misi dan visi hidup, mereka akan menjadi makhluk paling hina, bahkan lebih hina dari binatang dan Iblis bilamana mereka kehilanan control atas ketiga keistimewaan yang mereka miliki. Penyimpangan misi dan visi hidup akan menyebabkan derajat manusia jatuh di Mata Tuhan Pencipta dan di dunia.
Allah telah menjelaskan dalam firman-Nya : “Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahannam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakan untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.” (QS. Al A’raf : 179).
Manusia dinobatkan jauh mengungguli semua makhluk bumi dan bahkan para malaikat, tetapi pada saat yang sama, mereka bisa tak lebih berarti dibandingkan dengan syaitan terkutuk dan binatang jahanam sekalipun. Manusia dihargai sebagai makhluk yang mampu menaklukkan alam, namun bisa juga merosot  menjadi yang rendah dari segala yang rendah.
Oleh karena itu, manusia sendirilah yang harus menetapkan sikap dan menentukan nasib akhir mereka sendiri, apakah menjadi makhluk yang terpuji, mencapai derajat yang tinggi atau sebaiknya menjadi makhluk yang lebih rendah derajatnya dibanding binatang serta tersesat. Kesempurnaan manusia sebagai makhluk Allah SWT tidak dilihat dari segi fisik (kecantikan ataupun ketampanan seseorang), tapi sempurna dimata Allah SWT adalah siapa yang paling bertaqwa diantara mereka semua. Mari kita luruskan misi dan visi hidup kita agar sesuai dengan kehendak Tuhan Pencipta Allah SWT, semoga kita dapat tetap menjaga kemuliaan tersebut sehingga derajat kita tidak dipandang rendah baik di Mata Tuhan maupun di antara makhluk ciptaan-Nya, amin.
PERNIKAHAN MENYATUKAN DUA KELUARGA BESAR
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, nikah berarti ikatan (akad) perkawinan yang dilakukan dengan ketentuan hokum dan ajaran agama. Sementara kawin (hubungannya dengan manusia, bukan hewan) diartikan sebagai membentuk keluarga dengan lawan jenis; bersuami atau beristeri.
Di Wikipedia disebutkan bahwa perkawinan adalah ikatan sosial atau ikatan perjanjian hukum antar pribadi yang membentuk hubungan kekerabatan dan yang merupakan suatu pranata dalam budaya setempat yang meresmikan hubungan pribadi- biasanya intim dan seksual.
Untuk pernikahan, Wikipedia mengartikan istilah tersebut dengan upacara pengikatan janji nikah yang dirayakan atau dilaksanakan oleh dua orang dengan maksud meresmikan ikatan perkawinan secara hukum agama, hukum negara, dan hukum adat.
Lalu bagaimana dengan undang-undang perkawinan?
Dalam Undang-undang Republik Indonesia No. 1 tahun 1974 yang mengatur tentang perkawinan disebutkan bahwa perkawinan adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga atau rumah tangga yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.
Kalau melihat definisi perkawinan atau pernikahan menurut sumber di atas, nampak bahwa perbedaannya tidaklah begitu jauh, bahkan beberapa daerah menganggap istilah kawin dan nikah itu sama.
Tulisan ini tidak akan membahas seputar istilah tersebut, sudah ada ahli bahasa yang mampu mengulasnya secara mendalam. Saya hanya merangkum opini masyarakat dari berbagai sumber yang ada,  apa dan bagaimana perkawinan di dalam pandangan mereka.
Di bawah ini perkawinan menurut berbagai pandangan masyarakat umum, alias kata orang, perkawinan atau pernikahan adalah :
  1. Perkawinan adalah berlayar mengarungi samudra kehidupan dalam bahtera rumah tangga
  2. Perkawinan bukan sekadar hubungan spiritual dan pelukan bergairah; perkawinan juga tiga kali makan sehari dan ingat membuang sampah.
  3. Perkawinan adalah harmoni dalam rumah tangga
  4. Perkawinan berarti menjadi raja dalam upacara pernikahannya
  5. Setelah menikah, suami dan istri bak menjadi dua sisi dari sebuah uang logam; mereka hanya tidak bisa menghadap satu sama lain, tapi masih tetap tinggal bersama
  6. Perkawinan harus menjadi duet, ketika seorang bernyanyi yang lain bertepuk tangan
  7. Perkawinan adalah sebuah nyanyian dan hari yang tidak dapat dilupakan
  8. Perkawinan adalah memberi sesuatu yang tidak terlalu berguna pada saat pasangan berulang tahun
  9. Peringatan hari ulang tahun perkawinan adalah perayaan cinta, saling percaya, kemitraan, toleransi, dan ketabahan. Urutannya bervariasi untuk suatu tahun tertentu dan ada sebutannya
  10. Perkawinan dapat dibumbui dengan musik, kata-kata lembut, dan parfum; tetapi kelangsungannya ditopang oleh kerja keras, perhatian, saling menghormati dan masakan yang enak
  11. Perkawinan adalah sebuah komunikasi dengan banyak kata dan ungkapan perasaan
  12. Perkawinan adalah saling memberi dan menerima kasih sayang
  13. Perkawinan adalah menangis dan tertawa bersama
  14. Perkawinan dapat berarti musibah
  15. Perkawinan adalah memiliki orang yang mengerti apa yang sedang anda sedihkan tanpa Anda memberitahukannya terlebih dahulu
  16. Perkawinan tak hanya menyatukan dua hati saja tetapi juga menyatukan dua keluarga besar yang berbeda
  17. Pesta perkawinan kita sudah berlalu bertahun-tahun yang lalu, tapi perayaannya berlanjut sampai hari ini
  18. Pernikahan adalah mengalihkan dana yang bahkan lebih cepat dari mesin ATM
  19. Perkawinan yang bahagia adalah penyatuan dua orang yang bersedia saling memaafkan
  20. Perkawinan dapat dikukuhkan di sorga, tetapi pengelolaannya harus dilakukan dibumi.
  21. Pernikahan adalah satu-satunya perang dimana seseorang tidur dengan musuhnya.
  22. Perkawinan adalah pelangi dan warna-warni kehidupan
  23. Dalam perkawinan Anda selalu akan menemukan sesuatu yang baru tentang orang yang Anda merasa sudah kenal dengan baik
  24. Perkawinan adalah bertambah tua bersama-sama dengan orang yang Anda sayangi
  25. Perkawinan adalah sebuah kenangan
FENOMENA DATANG TERLAMBAT
Posted by wprawoto77 on October 18, 2008
Datang terlambat katanya sudah menjadi budaya orang Melayu (baca: Indonesia). Datang terlambat ke suatu rapat, ke suatu undangan acara, dst, dari lingkup yang paling kecil di rapat RT, rapat organisasi, sampai rapat suatu perusahaan kelas raksasa. Dari undangan acara pertemuan yang dibuat oleh paguyuban atau organisasi tanpa bentuk, sampai undangan acara organisasi kemasyarakatan kelas kakap.
Datang tidak tepat waktu alias terlambat itu sebetulnya lebih banyak mudarat daripada manfaatnya. Dalam hal rapat, biasanya terpaksa dimulai molor waktu karena harus mentoleransi dengan menunggu beberapa menit atau jam. Lalu seringkali pimpinan rapat harus mengulangi menjelaskan jalannya rapat kepada yang baru datang, bahkan bisa lebih dari sekali kalau yang datang lebih belakangan dianggap ‘orang penting’. Kalau tidak dijelaskan ulang, tidak jarang yang datang terlambat ini mengulang pembahasan atau malah sekalian mengacaukan pembicaraan, sehingga pembahasan menjadi bertele-tele.
Kalau dalam hal undangan acara, sudah lazim acara jadi mundur, di awal acara dan otomatis saat selesainya. Yang meresahkan adalah kalau kita ingin bepergian bersama dengan menggunakan 1 bus misalnya, bisa jadi hanya karena 1 orang peserta, keberangkatan ditangguhkan. Akibatnya waktu yang tersisa untuk berekreasi menjadi lebih pendek karena lalu lintas yang makin siang makin macet, tiba di tujuan kesiangan dll. Bagaimana dengan yang sudah datang tepat waktu? Manusiawi kalau mereka merasa kesal dan merasa tidak dihargai oleh penyelenggara acara maupun oleh peserta atau undangan lainnya.
Aku kadang mengamati dan merenung kenapa fenomena datang terlambat atau tidak tepat waktu ini seperti sudah menjadi budaya? Orang bahkan sudah menjadi biasa dengan membuat undangan mencantumkan pukul X karena memberi waktu cadangan keterlambatan sampai 0,5-1,5 jam. Kucoba tuliskan apa yang kupikirkan dan juga comot sana-sini hasil pembicaraan warung kopi, apa yang ada di balik pikiran orang yang (suka) datang terlambat, apa yang ada di belakang fenomena datang terlambat ini.
Ada yang sengaja datang terlambat karena sudah berasumsi bahwa peserta lainnya juga akan datang terlambat. Tidak mau datang duluan dan duduk menunggu sendiri, malah mungkin ada rasa malu kalau datang terlalu cepat, kuatir dicap terlalu rajin, terlalu semangat. Ini alasan yang kelihatannya sekarang paling banyak dianut orang. Ada yang memang orang penting, sengaja datang terlambat karena memastikan hadirin sudah banyak yang datang. Yang lucu ada yang bilang, seseorang datang terlambat agar semua mata yang hadir tertuju padanya. Bahasa asingnya, dia butuh perhatian orang. Apa iya ya ada yang seperti itu? Jangan-jangan orang yang seperti ini pulangnya pun ingin selalu lebih cepat supaya diperhatikan lagi saat kepulangannya oleh orang banyak.
Yang di luar dugaan adalah alasan seorang kawan yang sudah sangat dikenal oleh lingkungan kumpulannya sebagai orang yang tidak pernah tepat waktu. Dia bilang sudah lelah dengan keharusan tepat waktu sejak sekolah TK, SD, SMP, lalu SMA, terus berlanjut di tempat kerja. Oleh sebab itu di perkumpulan yang dianggapnya informal inilah kesempatan dia untuk bisa datang terlambat, bebas dari keterikatan waktu. Mungkin dalam pikirannya tokh tanpa sanksi hukuman seperti di sekolah atau di tempat kerja dulu.
Tapi ada juga keterlambatan yang termasuk sulit untuk dihindarkan, termasuk aku sendiri sesekali mengalaminya, yaitu kalau menghadiri acara berbeda secara berurutan di hari yang sama. Biasanya kalau acara pertama molor waktunya, akan berakibat datang terlambat di acara kedua dan seterusnya di hari tersebut. Makanya, sulit dimengerti kalau acara pertama di pagi hari, yang berarti langsung dari rumah, masih juga bisa terlambat. Padahal berangkat langsung dari rumah dimana kendali waktu sepenuhnya ada pada kita. Kog bisa ya?
Lalu lintas kota besar yang macet sering dijadikan kambing hitam, padahal bagiku macet seperti di Jakarta itu sudah ‘given situation’, sudah tidak zamannya lagi disodorkan sebagai penyebab. ‘Kan tinggal kita atur waktu keberangkatan kita dengan lebih awal?
Akhirnya, tidak mudah memutus rantai salah kaprah ini, mau mulai dari mana? Dari penyelenggara acara yang harus disiplin saja memulai acara sesuai rencana meskipun yang hadir baru 2 orang, dari si orang penting yang kehadirannya harus ditunggu yang lainnya, atau dari peserta secara umum? (wp)
Tempat Bunuh Diri Paling Laris di Amerika?
REP | 08 September 2011 | 14:56  371  52  5 dari 8 Kompasianer menilai bermanfaat
________________________________________

Kemegahan….keindahan……cantiknya jembatan ini mengundang dan menciptakan sensasi tersendiri bagi setiap mereka yang mau bunuh diri. Tempatnya Romance of the Death?
Di tahun 2004, seorang pembuat film bernama Eric Steel meluangkan waktu hampir sepanjang tahun itu untuk membuat film San Fransisco Golden Gate Bridge. Yang menarik perhatian dia dan menjadi tujuan utamanya adalah untuk “menangkap” gambar-gambar dari orang orang yang bunuh diri. Ia ingin melihat sebuah fenomena di San Fransisco ketika begitu banyaknya orang-orang yang memilih jembatan ini sebagai sara bunuh diri mereka. Jembatan yang menjembatani nyawa mereka, entah ke sorga atau neraka pilihan mereka. Lalu kenapa jembatan ini yang banyak dipilih? Steel sangat sukses dengan usahanya itu.
Menurut beberapa catatan yang berhasil dikumpulkan, jembatan tersebut setidaknya telah menjadi tempat untuk paling kurang 1300 orang yang memilih mengakhiri jiwa mereka sendiri. Menjadikan tempat ini sebagai tempat bunuh diri terlaris dalam sejarah Amerika, dan sangat mungkin dalam sejarah dunia, sejak jembatan tersebut dibuka pada tahun 1937. Biaya pembangunan jembatan itu sendiri tidak kurang dari 35 juta USD.
Ia memperkirakan bahwa rata-rata satu orang setiap dua minggu melakukan bunuh diri di jembatan ini. Tapi angka sesungguhnya mungkin malah lebih tinggi dari jumlah yang ia perkirakan, sebab banyak yang jasadnya tidak diketemukan. Sebab lain adalah sebagian besar yang bunuh diri terjadi pada malam hari, dan jasad mereka tak ditemukan.

Sabtu, 08 Oktober 2011

ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR

Ilmu sosial dasar membicarakan hubungan timbal balik antara manusia dengan lingkungannya. Hubungan ini dapat diwujudkan kenyataan sosial dan kenyataan sosial inilah yang menjadi titik perhatiannya. Dengan demikian ilmu sosial dasar memberikan pengetahuan umum dan pengetahuan dasar tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk melengkapi gejala-gejala sosial agar daya tanggap, persepsi, dan penalaran kita dalam menghadapi lingkungan sosial. Sedangkan budaya dasar sendiri adalah pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.

Dengan mempelajari ilmu sosial dasar untuk membantu meningkatkan kepekaan mahasiswa berkenaan dengan lingkungan alamiah di sekitarnya.

Usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji gejala-gejala sosial agar daya tanggap, persepsi, dan penalaran dalam menghadapi lingkungan sosial dapat di tingkatkan.Ilmu budaya dasar sendiri untuk memperluas wawasan pemikiran serta kemampuan kritikalnya terhadap nilai-nilai budaya.

Ilmu sosial dasar mempelajari pola perilaku masyarakat sedangkan budaya dasar sendiri untuk menambah wawasan nilai-nilai budaya itu sendiri.

Dengan mempelajari ilmu sosial budaya dasar kita juga dapat melakukan pemecahan masalah sosial budaya yang terjadi di sekitar kita, dikarenakan di dalam diri kita sudah mengenal nilai-nilai tersebut.